Pasal Ahu
Nama lengkap saya adalah Ito Belihar Hariaman Purba Tambak. Saya lahir pada tanggal 2 Nopember 1974 di Sirpang Daligraya Simalungun. Ayah saya Jan Piter Purba (+) dan ibu saya Norma Simanungkalit. Masa kecil saya saya habiskan dengan bekerja mengayam tutup keranjang untuk membantu ibu. Tiap hari selalu diberikan tanggung jawab dengan “borongan” yang harus diselesaikan. Pekerjaan ini hanya dilakukan di rumah dan tidak begitu berat namun butuh ketekunan dan kesabaran. Pekerjaan ini lebih senang dilakukan jika sambil mendengarkan music, apalagi koleksi kaset ayah saya pada saat itu tergolong banyak. Sejak darikecil saya lebih banyak mendengarkan lagu selera ayah saya; maulai dari love song barat sampai kepada lagu-lagu Indonesia yang terkenal pada saat itu. Mulai dari kecil saya memang senang music walaupun pada saat itu satu alat musikpun tak bisa saya mainkan namun koleksi lagu saya sudah begitu meluas. Hal tukang bertukang juga adalah hobby saya, mulai dari kursi kecil dudukan mengayam tutup keranjang, gagang pisau sampai kepada kandang ayam lengkap dengan pernak-pernik yang kadang2 sampai menggunakan battere (lampu). Saya juga senang dengan seni lukis dan seni taman. Dibanding dengan teman sekelas saya tergolong lebih pintar dan kreatif sehingga di sekolah juga saya lebih diandalkan. Olah raga yang saya sukai adalah badminton, bola kaki dan tennis meja (walaupun bakat itu tak berkembang hingga sekarang). Menjelajah hutan adalah kesukaan saya karena saya senang dengan alam dan bahkan saya senang mengkayalkan alam. Karena saya memiliki kelebihan khususnya dalam seni, saya selalu menjadi andalan di sekolah dan di gereja. Baru setelah kelas 2 SMP saya belajar memainkan gitar yang diajarkan oleh ibu saya. Namun perkembangan itu begitu cepat sehingga ketika saya kelas 3 SMP saya telah menguasai akord dasar dengan otodidak. Sedangkan memainkan piano/ organ barusetelah saya kelas 3 SMA. Maklumlah, fasilitas seperti itu tak didapatkan di desa saya kecuali di gereja ada sebuah organ tua yang disumbangkan ke gereja saya. Kelas 3 SD saya sudah bisa membaca notasi angka sementara not balok barusaya mengerti saat saya SMA. Mengaransir lagu/ vocal pertama sekali saya lakukan saat kelas 3 SMA walaupun masih sangat sederhana. Kemudian berkembang pada saat saya mahasiswa sebab menjadi kebutuhan di kampus. Sementara menciptakan lagu pertama sekali lengkap dengan partitur pada saat saya mahasiswa tingkat I. Namun sayang sekali banyak dari karya saya hilang begitu saja karena dikerjakan secara manual. Sejak tkt II saya telah banyak terlibat dalam team music baik di kampus atau di gereja, mulai dari vocal, arransir, pemain music atau sebagai pelatih vocal grou dan paduan suara. Paduan Suara Abdi Sabda (sekarang Revelatio) adalah tempat saya mengenal paduan suara dan belajar tekhnik bernyanyi.
Pengalaman music saya:
- Pemain music Etnik Simalungun/ Gondrang (1990 – 1998)
- Paduan Suara Abdi Sabda (1993 – 1998)
- Arransir vocal (1993 – sekarang)
- Vokal Group El Syamarnu (pada saat itu sampai berkelas TVRI) (1996-1998)
- Mencipta lagu rohani dan sekuler (1994 – sekarang)
- Ensamble/ Etnik (1997 – 2000)
- Vokal Group Eleison (1997 – 2000)
- Band Bahari Rohani (2000 – 2001)
- Band Alternative Bahari (2000 – 2001) terpilih menjadi keyboardis terbaik se CPB Lampung
- Komposer lagu-lagu Paduan Suara (2002 – sekarang)
- IMANS Group (bersama Noah Sumbayak, Mannes dan Abdi) (1996 – sekarang) dan telah mengeluarkan satu album kaset bersama Gracia Singers dengan lagu yg popular: “bujur do Naibata” “Titah Palimahon” dll. Saat ini sedang merilis album ke-2 bersama dengan Edo Kondologit
- Arransir Musik (2005 – sekarang)
- Liturgy Creator dengan lagu-lagu pendek sentuhan Etnik (2000 – sekarang)
Profesi saya adalah seorang Pendeta di GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) mulai tahun 2000 (vikaris) – sekarang. Gereja yang pernah saya layani: Resort Bandar Lampung (2000 – 2002), Resort Sidamanik (2002 – 2003), Resort Serdang I Bangun Purba (2003 – 2008) dan Resort Polonia Medan (2008 – sekarang).
Saya telah menikah dengan Friska Evi Silalahi dan dikaruniai seorang anak Gavine Devian Purba (4 tahun).
Pada tahun 2013 saya berencana untuk melanjutkan studi S2 di Asian Institute Liturgy and Music di Filipina, namun karena sesuatu hal terjadi pengunduran ke tahun 2014.
Demikianlah sedikit riwayat dan pengalaman saya.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus