SIRPANG DALIG RAYA
Borsihni
langit in bai panorang logouni ari
Marombus alogou in manjomba ujung-ujung
ni buluh
Usih songon na manortorhon uhur na sonang
Aha pe lang na suang bai huta na majenges in
Sonai do age tikki bai rondangni bulan
in
Irahut parbualan lanjar gok homa tawa in
Daoh ma tongon uhur holsohan ge buei pe sura-sura
Hutangkin… songon mutiha na maharga
Sai lalap hujin do uhur manangar sora na
lurlur
Hu juma ge hu harangan sai malas do uhur
O Sirpang Daligraya hutangkin
Dilo-dilomin mambaen au lungunan
Mardalani bai talunni juma in
Sihol martaur i buttuni Bah Magor in
O … hatubuhankin sihol mulak do au hujin
SINOPSIS:
Kampung
halaman adalah gambaran jati diri sendiri. Di sanalah dasar karakter kita
dibentuk di dalam rumah tangga/
keluarga, aktivitas sehari-hari (menurut saya berhubungan dengan cara kerja
kita pada saat ini), di sanalah kita belajar bersosial dengan teman-teman dan
orang tua; di sana juga kita pertama sekali menadapatkan pendidikan di sekolah
dan di gereja. Bagaimanapun juga kampung halaman selalu menjadi titik tolak dan
alamat dari kerinduan sampai kepada kesuksesan kita. Desa Sirpang Daligraya
berjarak lebih kurang 2 km dari pusat kota Pematang Raya ibukota Simalungun. Desa
ini merupakan pusat desa nagori Daligraya. Penduduknya lebih kurang 200 kk. Ada banyak hal yang sangat berkesan dan tak
dapat terhapuskan dari ingatan. Masa-masa bermain ketika anak-anak adalah hal
terindah dalam ruang rindu ke kampong halaman. Pekerjaan menganyam ayam dan
mengambil bahannya ke hutan bambu adalah aktivitas yang sangat menyenangkan
bersama alam. Tak ada kerisauan melakukan itu apalagi beramai-ramai bersama teman-teman
sebaya. Jarak perjalanan menempuh hutan bambu tak menjadi masalah. Persahabatan memang
adalah sesuatu yang terindah. Bersama dengan teman-teman sebaya menghabiskan
malam dengan bernyanyi dan bercerita tawa canda, seolah tak ada lagi yang perlu
dikhawatirkan dalam hidup ini jika telah bersama-sama dengan shabat-sahabat
terbaik. Alam musim kemarau adalah saat
yang paling indah, biasanya pada bulan Juni – Juli pas saat liburan sekolah.
Betapa indah kampung halamanku pada saat musim kemarau itu…
Pergi
ke ladang, ke sawah atau ke hutan adalah
pekerjaan yang selalu memberikan inspirasi kebahagiaan.
Namun
pada saat ini semuanya itu menjadi kenangan yang tak mungkin terulang lagi. Sahabat-sahabatku
dulu telah pergi merantau jauh. Namun kampong halamanku pasti akan memanggil saya dan mereka semua untuk kembali…
Betapa
rindunya berjalan di atas bukit padang memandang hamparan sawah “Bah Magor”
sambil memikat burung, berenang di sawah berlumpur penuh dengan tawa….
O Sirpang
Daligraya… aku sungguh merindukanmu!
Lagu
ini saya ciptakan tahun 2012, terinspirasi dari “Sidara Group” di Facebook,
sebuah media yang mempertemukan kembali beberapa teman lama walau lewat dunia
maya. Lagu ini khusus saya persembahkan
kepada SIdara Group, teman-teman yang tergabung di sana. Aku merindukan kalian
semua….
Komentar
Posting Komentar