BATAR-BATARHU

Anggo roh ma paruntolon in
Galek janah gati tartolsu au
Holsohan na mando uhurhon
Gobir au gobir au

Tuhan haholongi Ham ma au
Tuhan sai idopma uhurMu
Lang dong na boi mangurupi au
Sai apoh Ham ma tonduyhon Tuhan

Tuhan ai Ham do batar-batarhin
Na palumbangkon paruhurankin
Tuhan ai Ham do batar-batarhin
Na paluahkon au humbani dosa Haleluya…


SINOPSIS:
Lagu ini diciptakan pada tahun 1995 dilatar belakangi masuknya saya ke sekolah Teologi pada tahun 1993. Pada saat menciptakan lagu ini saya sungguh meyakini bahwa Tuhan memang memanggil dan mempersiapkan saya menjadi seorang pelayanan bagiNya. Memang sebelumnya saya tak pernah berpikir bahwa suatu saat saya akan menjadi seorang mahasiswa Teologi (calon Pendeta). Cita-cita saya menjadi seorang arsitektur dan bakat itu telah nampak pada saya saat saya SMP dan SMA. Namun kenyataannnya berbeda. Pada masa SMA saya bertumbuh menjadi seorang remaja yang terpengaruh kenakalan remaja. Saya bertumbuh menjadi orang yang tidak memikirkan masa depan. Namun dengan proses yang panjang Tuhan memanggil saya untuk mempersiapkan diri menjadi hamba baginya. Saat awal perkuliahan saya sungguh bergumul melepas kebiasaan saya yang lebih senang “pasaran” dari pada menjadi “orang baik” tinggal di asrama. Saya menjadi orang yg tidak betah dan bahkan berencana untuk kabur dari sana. Namun ketika hal itu kupikirkan seolah-olah ada suara yg membuat saya tersiksa seperti dibakar api. Setiap hari kualamikeadaan ini. Keadaan ini telah membuat saya menjadi orang yg pesimis dan sering ketakutan. Setiap hari saya selalu gelisah dan kwatir akan hidup saya. Saya taka da semangat dan menjadi orang yg murung selalu. Pada suatu malam saya beranikan untuk membawakannya di dalam doa, bertanya apakah Tuhan benar-benar punya kuasa “menangkap” saya menjadi alatnya. Sebelumnya saya tidak pernah yakini hal ini. Entah dari mana datangnya perasaan sedih menyelimutiku dan membuat aku menangis. Lalu aku panggil nama Tuhan dan menyerah di hadapanNya. Tiba-tiba ingatanku kembali ke masa lalu yang penuh dosa kepada Tuhan. Air matakupun jatuh dan aku panggil nama Tuhan. Tuhan, apakah Tuhan mengubah hidupku menjadi hidup yang indah? Namun apakah aku masih layak untuk Tuhan pakai menjadi tanganMu. Aku terus menangis sambil merasakan bahwa Tuhan itu melebihi kasih sayang seorang bapak… Seolah-olah kurasakan tangan Tuhan mengusap air mataku dan mengelus kepalaku. Aku menangis dan berkata: “Ampunilah aku Tuhan atas hidupku yang jauh dariMu selama ini dan berusaha menolak panggilan Tuhan”. Aku mau bergumul untuk Tuhan, aku mau menderita untuk Tuhan, aku mau mengikut Engkau… aku mau serahkan segala kewatiranku kepada Tuhan. Biarlah aku memiliki kepastian hidup hanya bersamaMu”. Terpujilah Engkau ya Tuhan… Haleluya! Lagu ini pertama sekali diciptakandalam bahasa Indonesia dan telah dinyanyikan sebagai lagu pada festival mahasiswa di STT Abdi Sabda tahun 1996. Lagu ini juga pernah dimuat dalam Majalah Suara Abdi Sabda (SAS) pada tahun 1996. Lagu ini dialih bahasakan pada tahun 2012.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIRPANG DALIG RAYA

Pasal Ahu